*KAI Divre II Sumbar Hadirkan Edukasi Keselamatan dan Bantuan TJSL untuk Perkuat Kepedulian Masyarakat di Sekitar Jalur Rel*

 



Padang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui berbagai program edukasi serta penanganan titik-titik rawan di sepanjang jalur rel. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di perlintasan sebidang yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari operator, pemerintah, hingga masyarakat.


Kepala Humas PT KAI (Persero) Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pihak.


“Keselamatan di perlintasan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI sebagai operator, tetapi juga pemerintah sebagai regulator dan penyelenggara jalan, serta masyarakat sebagai pengguna jalan. Masing-masing memiliki peran penting untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman. Kepatuhan terhadap aturan dan meningkatnya kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan potensi kecelakaan di perlintasan,” ujar Reza.


Sebagai bentuk komitmen tersebut, KAI Divre II Sumbar secara konsisten melaksanakan sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur kereta api. Melalui kegiatan ini, para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di jalur rel, pentingnya mematuhi rambu dan sinyal perkeretaapian, serta tata cara melintasi perlintasan sebidang dengan aman.


Selain edukasi kepada generasi muda, KAI Divre II Sumbar juga terus melakukan berbagai langkah mitigasi di lapangan, di antaranya penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi ketentuan, sosialisasi keselamatan di perlintasan resmi baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta pemasangan banner keselamatan pada titik-titik yang memiliki potensi risiko kecelakaan.


Menurut Reza, pendekatan yang menggabungkan edukasi dengan penanganan titik rawan merupakan strategi yang efektif dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.


“Keselamatan pelanggan maupun masyarakat akan semakin kuat apabila edukasi dilakukan secara terus-menerus dan diikuti dengan penanganan titik-titik rawan. Kami ingin membangun budaya selamat, bukan hanya meningkatkan kewaspadaan sesaat. Ketika masyarakat memahami risikonya dan fasilitas keselamatan terus diperkuat, maka potensi kecelakaan dapat diminimalkan,” tambahnya.


Sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar jalur operasional, KAI Divre II Sumbar juga menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa sarana olahraga, sarana ibadah, serta sarana kebersihan dengan total nilai Rp72.850.000.


Bantuan tersebut disalurkan kepada Gereja Katholik Kristus Bangkit Pasar Usang berupa pengeras suara (speaker indoor), Jorong Semua Talao Mundam Batang Anai, Kantor Lurah Jalan Kereta Api Kota Pariaman, Nagari Kapalo Hilalang, dan Pos Pemuda Pampangan RW 01 berupa mesin potong rumput serta alat semprot pertanian. Selain itu, Desa Cimparuh Kota Pariaman menerima mesin potong rumput dan tong sampah, SSB Sungai Abang Lubuk Alung menerima bantuan sarana olahraga sepak bola, sedangkan Masjid Hidayah Sungai Buluh Batang Anai memperoleh bantuan sarana ibadah.


Reza menjelaskan bahwa program TJSL tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman di sekitar jalur kereta api.


“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi dalam menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api. KAI berkomitmen untuk terus hadir melalui program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Ketua Kelompok Masyarakat Pemuda Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Boy, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian KAI Divre II Sumbar kepada masyarakat yang berada di sekitar jalur kereta api.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas bantuan yang diberikan kepada kelompok masyarakat kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan lingkungan sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian KAI terhadap masyarakat di sekitar jalur rel. Kami juga mengapresiasi sosialisasi keselamatan yang rutin dilakukan karena mampu meningkatkan kesadaran warga untuk lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api. Kami siap mendukung upaya KAI dalam membangun budaya keselamatan karena keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Boy.


Melalui sinergi yang kuat antara operator, pemerintah, dan masyarakat, KAI Divre II Sumbar optimistis budaya keselamatan di perlintasan sebidang akan terus tumbuh sehingga mampu menciptakan perjalanan kereta api yang semakin selamat, aman, dan andal bagi seluruh pelanggan maupun masyarakat.


“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekitar jalur kereta api. Melalui kolaborasi yang erat antara operator, pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan budaya keselamatan di perlintasan sebidang semakin mengakar sehingga mampu mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan” tutup Reza.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.wartaonebangsa.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Fitri